RSUD Gusti Abdul Gani, rsudlamandau.com - Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan, RSUD Gusti Abdul Gani menyelenggarakan kegiatan In House Training Bidan dengan tema “Episiotomi: Meningkatkan Kompetensi Bidan dalam Melakukan Episiotomi yang Aman, Tepat Indikasi, dan Berbasis Evidence Based.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 RSUD Gusti Abdul Gani dan diikuti oleh para bidan yang bertugas di berbagai unit pelayanan kesehatan.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis rumah sakit dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kebidanan, agar senantiasa mampu memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta standar praktik kebidanan terkini. Episiotomi merupakan salah satu tindakan yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan pertimbangan klinis yang tepat sehingga pelaksanaannya harus didasarkan pada indikasi medis yang jelas dan prinsip keselamatan pasien.
Kegiatan ini dihadiri oleh dr. Mardoni Setiawan, Sp.B, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Gusti Abdul Gani. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai narasumber utama, dr. Daniel Paranatha Lumban Gaol, Sp.OG menyampaikan materi secara mendalam mengenai konsep dasar episiotomi, indikasi dan kontraindikasi tindakan, teknik pelaksanaan yang benar, manajemen nyeri, penanganan komplikasi, hingga perkembangan rekomendasi terbaru berdasarkan evidence-based practice. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan pembahasan kasus dan pengalaman klinis yang relevan sehingga peserta dapat memahami penerapan tindakan episiotomi secara lebih komprehensif.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para bidan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan terkait kasus-kasus yang sering ditemui di lapangan, serta mendiskusikan langkah-langkah terbaik dalam pengambilan keputusan klinis. Suasana pembelajaran yang dinamis ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan tindakan episiotomi secara aman, tepat indikasi, dan sesuai standar pelayanan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya belajar berkelanjutan di lingkungan rumah sakit sehingga seluruh tenaga kesehatan dapat terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
RSUD Gusti Abdul Gani berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi bagi tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dengan kompetensi yang semakin baik, diharapkan para bidan mampu memberikan asuhan kebidanan yang optimal, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang berkualitas demi terwujudnya kesehatan ibu dan bayi yang lebih baik.
Mari bersama meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik bagi ibu dan bayi demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
.png)



