RSUD Gusti Abdul Gani, rsudlamandau.com - Pelayanan kesehatan ibu dan bayi senantiasa menjadi salah satu indikator krusial dalam penilaian dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Guna menjawab tantangan tersebut, tenaga kesehatan yang terlibat dalam proses persalinan dituntut untuk memiliki kompetensi serta kesiapan yang matang, baik dalam penatalaksanaan persalinan normal maupun penanganan awal kegawatdaruratan obstetri.
Komitmen ini diwujudkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gusti Abdul Gani dengan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) yang mengusung tema “Asuhan Persalinan Bagi Dokter Umum dan Bidan”. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan secara tatap muka pada hari Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Aula Management RSUD Gusti Abdul Gani, Lamandau, mulai pukul 13.00 WIB.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni Setiawan, Sp.B, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan internal ini. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan merupakan prioritas utama rumah sakit guna memberikan perlindungan maksimal bagi pasien. "Pelayanan obstetri dan neonatal yang cepat dan tepat adalah kunci utama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Melalui IHT ini, kami ingin memastikan bahwa setiap dokter umum dan bidan di RSUD Gusti Abdul Gani memiliki kesiapan mental, pengetahuan mutakhir, dan keterampilan yang terstandarisasi untuk menghadapi berbagai situasi di ruang persalinan," ujar dr. Mardoni Setiawan, Sp.B.
Pelatihan internal ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu dr. Goentor Priambodo Joeang, Sp.O.G (Spesialis Obgyn), yang memberikan pemaparan mendalam terkait pengenalan tahapan dan proses persalinan guna menentukan asuhan persalinan yang tepat, aman, serta berorientasi penuh pada keselamatan ibu dan bayi. Melalui penyelenggaraan IHT ini, seluruh peserta yang terdiri dari jajaran dokter umum serta bidan di lingkungan RSUD Gusti Abdul Gani diharapkan dapat menyegarkan kembali pengetahuan, mengasah keterampilan, dan menyamakan persepsi tindakan sesuai dengan standar profesi yang berlaku. Dengan demikian, deteksi dini faktor risiko serta tindakan awal pada kasus kegawatdaruratan obstetri dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai dengan kewenangan klinis masing-masing.
Suksesnya penyelenggaraan agenda ini tidak lepas dari koordinasi yang solid di internal manajemen. Bertindak sebagai Koordinator Kegiatan dalam pelatihan ini adalah Kepala Seksi Asuhan Keperawatan, Profesi, dan Etika Keperawatan, Bapak Meto, S.Kep., Ners. Manajemen RSUD Gusti Abdul Gani berharap kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) seperti ini dapat terlaksana secara berkesinambungan, demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, andal, dan tepercaya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau.
.png)



